Wednesday, November 13, 2019

 Sejarah Maulid dan Nabi Muhammad 

Sejarah Maulid Nabi merupakan perjalanan penting dalam kehidupan Rasulullah dan juga agama Islam. Dua Belas robiul awal telah lahir seorang Nabi pengubah dunia, sang tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Tuhan dan dunia. Nabi Muhammad SAW. Sang pembawa perdamaian.


Menurut riwayat, Nabi Muhammad lahir di Makkah pada hari Senin, 12 Rabiul Awal pada tahun pertama sejak peristiwa tentara bergajah atau Amul Fiil atau tahun 571 kalender Romawi. 

Saat Muhammad lahir, diriwayatkan Ibnu Sa'ad Ahmad ibn Hanbal Darini, cahaya menerangi istana-istana di Rum. 

Menurut salah satu buku Intisari Sirah Nabawiyahkarya Ibnu Hazm al-Andalusi, Nabi Muhammad SWT, tumbuh sebagai seorang yatim. Ayahnya meninggal belum genap berusia 3 tahun. 

Dan Nabi Muhammad SWT menerima wahyu pertama pada saat berusia 40 tahun di Gua Hira. Beliaupun memiliki empat sifat yakni benar, dapat dipercaya, menyampaikan, dan cerdas. 

Rasulullah menutup usiaNYA pada usia 63 tahun pada hari Senin di bulan Rabiul Awal. Nabi Meninggal setelah sakit selama 12 hari. 

Sejarah Maulid Nabi atau Kelahiran Nabi Muhammad SWT agar dijadikan momentum oleh kita Umatnya untuk mendekatkan diri kepada Rasulullah dengan meneladani kisah dan sifat-sifat Rasulullah.. Amin

Wednesday, April 18, 2018

RISAU DI UJUNG JAWA 
K.E.K Tanjung lesung
Harapan terwujudnya destinasi wisata “Bali Baru” di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung di Kabupaten Pandeglang, tampaknya masih harus menunggu. Selain belum tersedianya sejumlah sarana dan prasarana penunjang, pemerintah pusat juga lebih memprioritaskan empat dari 10 destinasi pengembangan destinasi wisata “Bali Baru”. Dari empat destinasi itu, adalah Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo. Sementara, KEK Tanjung Lesung tidak masuk dalam prioritas.
Dengan demikian, perubahan wajah baru KEK Tanjung Lesung menjadi “Bali Baru” sebagai proyek percontohan (pilot project) tak lagi menjadi fokus pemerintah pusat. Meski demikian, hal tersebut tidak lantas menyurutkan optimistis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang untuk terus berjuang mewujudkan KEK Tanjung Lesung menjadi destinasi wisata “Bali Baru”.  Hanya saja, terwujudnya KEK Tanjung Lesung menjadi destinasi wisata “Bali Baru” memang akan hanya membutuhkan waktu panjang. Karena kebijakan untuk mengembalikan KEK menjadi prioritas destinasi adalah kewenangan pemerintah pusat.
“Bukan tidak diprioritaskan, apalagi dihapuskan dari 10 pengembangan destinasi wisata “Bali Baru”. Pemerintah pusat tahun 2018 ini hanya sedang memfokuskan pada empat wilayah saja, yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo. Artinya, KEK Tanjung Lesung hanya tinggal menunggu giliran saja,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Administrator KEK Tanjung Lesung, Joyce Irmawanti kepada Kabar Banten, Ahad (7/1/2018).
Menurut dia, KEK Tanjung Lesung menjadi destinasi wisata “Bali Baru” optimistis terwujud. Karena, sejauh ini tidak ada sama sekali keputusan pemerintah pusat menghapus KEK Tanjung Lesung masuk dalam program pengembangan destinasi wisata “Bali Baru” dan hal itu didasarkan pada Peraturan presiden (Perpres). “Perlu diketahui, Tanjung Lesung mendapatkan label KEK. Ke 10 destinasi wisata prioritas, dua program yang berbeda,” ucap Joyce.
Ia mengatakan, alasan keempat destinasi wisata “Bali Baru” yang pada tahun ini menjadi fokus atau mendahulukan realisasi pengembangan. Sebab, kawasan penyangga (buffer zone) paket wisata ke empat destinasi wisata itu dinilai sudah siap jual. Sambil menunggu pengembangan ke empat destinasi wisata di wilayah itu, sebagian destinasi wisata lainnya yang masuk dalam 10 lebel pengembangan KEK diminta segera mempercepat destinasi-destinasi penunjang wisatanya. “Justru ini sebagai pengingat bagi Kabupaten Pandeglang, agar menunjukkan ikhtiar dalam membangun destinasi penunjangnya diluar KEK. Apalagi, banyak sekali daerah-daerah lain di Indonesia yang menunggu dan sangat berminat mau menggantikan daerah yang masuk 10 destinasi KEK prioritas tersebut,” ucapnya.
Untuk itu, kata dia, saat ini Pemerintah kabupaten maupun provinsi terus memberikan dukungan atas pengembangan destinasi wisata diluar KEK tersebut. Terlebih, KEK merupakan lokomotif yang menarik sebagai gerbong agar Kabupaten Pandeglang maju. Di dalam KEK, ada tanggung jawab badan pengelola swasta dalam berinvestasi. Baik dari dana mereka sendiri maupun dengan cara mencari investor lain.
“Kendalanya saat ini memang investor besar belum berani berinvestasi, karena jumlah wisatawan belum begitu besar. Rendahnya jumlah wisatawan karena terkendala akses transportasi yang belum menunjang,” katanya.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Pandeglang, Salman Sunardi mengatakan, Pemkab Pandeglang saat ini terus membenahi dan mengembangkan kawasan destinasi wisata sebagai penunjang KEK. Tahun ini, Pemkab masih melakukan upaya kerja sama program untuk sejumlah event dan kegiatan kepariwisataan sebagai kolaborasi pemasaran pariwisata di Kabupaten Pandeglang dengan Kementerian pariwisata (Kemenpar). “Termasuk dengan Kementerian perhubungan (Kemenhub) terkait pembangunan Transit Point (TP) sebagai penunjang akses masuk ke kawasan KEK Tanjung Lesung. Kita saat ini sedang mengejar target 8 juta kunjungan wisatawan,” ucapnya.


Sementara itu, General Manajer Tanjung Lesung, Widiasmanto optimistis KEK Tanjung Lesung masih tetap menjadi prioritas dan hanya tinggal menunggu waktu saja. Untuk percepatan fokus pelaksanaan memang perlu ditunjang aksesbility international seperti airport yang bisa direct flight, sebagai upaya mengejar target 20 juta kunjungan wisatawan asing. “Untuk saat ini, kunjungan wisatawan ke Tanjung Lesung sendiri baru mencapai 500.000 per tahun, 98 persen domestik dan dua persen asing. Itu kunjungannya masih terbatas pada musim-musim tertentu, seperti masa liburan sekolah dan liburan akhir tahun,” katanya. (Galuh Malpiana)***

Monday, April 9, 2018

BANTEN DI GUNCANG LAGI..!!

LEBAK, (KB).- Kabupaten Lebak, Provinsi Banten kembali diguncang gempa, Senin (9/4/2018). Gempa terjadi sekitar pukul 18.46 WIB dan tidak berpotensi tsunami. Informasi tersebut disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam keterangannya, Senin (9/4/2018). Gempa terjadi pada pukul 18.46 WIB.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, titik koordinat gempa di 7,08 Lintang Selatan dan 105,50 Bujur Timur atau 101 km arah barat daya dari Lebak. Kedalaman pusat gempa 10 km. “Belum ada laporan dampak akibat gempa,” kata Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya.
Sejumlah warga Kabupaten Lebak mengaku tidak merasakan adanya gempa. Namun, sempat ada getaran rendah sekitar dua menit. “Sempat ada getaran pelan. Tapi saya tidak mengira itu gempa,” kata Husen, salah seorang anggota DPRD Lebak.
Hal senada dikemukakan warga Rangkasbitung, Eli. Ia tak merasa ada getaran gempa, padahal sejak seusai Solat Magrib keluarganya duduk-duduk di teras rumah. “Kami ada di teras rumah, tapi tidak terasa ada gempa,” katanya. (SY)*


Saturday, April 7, 2018

Tsunami di barat jawa.


  1. Home / detikNews / Berita Jumat 06 April 2018, 17:24 WIB BPPT Minta Maaf soal Pemodelan Tsunami 57 Meter Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews BPPT Minta Maaf soal Pemodelan Tsunami 57 Meter Gedung BPPT (Ari Saputra/detikcom) FOKUS BERITA:Prediksi Tsunami 57 Meter Jakarta - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) meminta maaf atas hasil pemodelan tentang tsunami di Pandeglang, Banten. BPPT menjelaskan pemodelan itu seharusnya untuk konsumsi akademis.  Baca juga: Ahli Geologi: Data Tsunami Diperlukan untuk Strategi Mitigasi   "Masyarakat tidak perlu khawatir dengan pemberitaan ini. Permohonan maaf BPPT kepada masyarakat Indonesia yang terdampak sekiranya hasil studi awal Potensi Tsunami di Jawa Bagian Barat, yang seharusnya hanya untuk konsumsi akademis ini, telah membuat keresahan masyarakat," tulis BPPT dalam pernyataan tertulis yang diterima detikcom, Jumat (6/4/2018).  Sebelumnya, pemodelan tsunami 57 meter di Pandeglang ramai jadi perbincangan. BPPT menjelaskan informasi dari pemberitaan terkait pemodelan tsunami itu berawal dari kegiatan seminar ilmiah BMKG yang berjudul 'Sumber-sumber Gempabumi dan Potensi Tsunami di Jawa Bagian Barat' pada 3 April 2018. Saat itu juga terdapat wawancara narasumber oleh wartawan secara personal selepas acara.  Baca juga: Kepala BPPT: Isu Potensi Tsunami Masih Sebatas Pemodelan Ilmiah       "Paparan terkait potensi tsunami di Jawa bagian Barat adalah di sesi terakhir dari seluruhnya 4 sesi, dan kemudian dilanjutkan dengan tanya-jawab," tulis BPPT.  BPPT menjelaskan paparan di seminar itu masih merupakan kajian awal. Sumber dari tsunami disebutkan jika ada gempa bumi megathrust. Untuk gempa bumi megathrust sendiri datanya berasal dari buku 'Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017' yang disusun oleh Pusat Studi Gempa Nasional PusLitBang Perumahan & Pemukiman BaLitBang Kementerian PUPR.  Berikut ini penjelasan lengkap BPPT:  Pernyataan ini dibuat dalam rangka merespons banyak pertanyaan dan klarifikasi terkait potensi tsunami di Jawa bagian Barat dan secara khusus potensinya di Pandeglang.  Informasi terkait di atas bersumber dari kegiatan Seminar Ilmiah oleh BMKG dalam rangka memperingati Hari Meteorologi Dunia ke-68 yang dilaksanakan Selasa, 3 April 2018 di Gedung Auditorium BMKG - Jakarta dengan topik "Sumber-sumber Gempabumi dan Potensi Tsunami di Jawa Bagian Barat", dan secara personal ada sesi wawancara dengan wartawan (Detik & Kumparan). Paparan terkait potensi tsunami di Jawa bagian Barat adalah di sesi terakhir dari seluruhnya 4 sesi, dan kemudian dilanjutkan dengan tanya-jawab / diskusi.  Paparan Potensi Tsunami di Jawa Bagian Barat adalah hasil kajian awal, dimana sumber-sumber tsunami adalah dari gempabumi "megathrust" yang peta-petanya telah diterbitkan dalam buku "Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017" yang disusun oleh Pusat Studi Gempa Nasional PusLitBang Perumahan & Pemukiman BaLitBang Kementerian PUPR, peta pada halaman 345: C7 Segmentasi dan Mmaks Subduksi Indonesia.   Peta yang disebutkan di no. 2 di atas, telah menyebutkan dan menggambarkan tiga Potensi Gempabumi "Megathrust" di lokasi yang terdekat dengan wilayah kajian yang terdiri: Enggano (M8.4), Selat Sunda (M8.7), dan West-Central Java (M8.7). Tiga Potensi Gempabumi ini jika terjadi akan menyebabkan tsunami yang berdampak besar di wilayah Sumatra Bagian Selatan, Selat Sunda, dan Jawa Bagian Barat.  Potensi tsunami di Jawa Bagian Barat adalah hasil kajian akademis awal dari simulasi model komputer, menggunakan sumber tsunami dari gempabumi di no 3 dengan berbagai variasi skenario (seluruhnya ada 6 skenario). Potensi skenario terburuk adalah jika tiga gempabumi "megathrust" itu terjadi secara bersamaan dengan skala M9 dan menimbulkan tsunami. Data yang dipakai pada simulasi ini menggunakan data sekunder GEBCO dengan resolusi rendan (900 m). Titik pengamatan tinggi dan waktu tiba tsunami meliputi 3 Provinsi yaitu Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, dan 10 Kabupaten dan 2 Kota. Wilayah tersebut adalah Bekasi, Jakarta-Utara DKI, Tangerang, Serang, Banten, Cilegon Banten, Pandeglang, Lebak, Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis.   Hasil simulasi model komputer dari skenario terburuk (pada no. 4) mengindikasikan potensi ketinggian tsunami di wilayah pantai utara Jawa Bagian Barat (Bekasi hingga Serang) adalah maksimum hingga ~25 m, dan di wilayah pantai barat-selatan (Pandeglang hingga Ciamis) adalah maksimum hingga 50 m, dengan catatan hasil simulasi ini adalah kajian awal dan masih menggunakan data sekunder dengan resolusi rendah.  Terkait dengan hasil kajian awal Potensi Tsunami di Jawa Bagian Barat yang telah disampaikan di atas, maka perlu dilakukan tindaklanjut berupa kajian dengan menggunakan data yang lebih akurat, khususnya didaerah perairan pantai. Meskipun ini adalah hasil kajian awal, tetapi telah mengindikasikan adanya potensi tsunami yang besar di sepanjang pantai Jawa Bagian Barat.   Dengan demikian masyarakat dihimbau untuk tenang, dan tetap beraktifitas seperti biasa dan tetap meningkatkan kewaspadaan, serta tetap mengacu kepada informasi dari BMKG dan/atau BNPB sebagai lembaga resmi yang mendapat mandat resmi pemerintah untuk memberikan peringatan gempabumi dan tsunami kepada masyarakat.   Masyarakat tidak perlu kuatir dengan pemberitaan ini. Permohonan maaf BPPT kepada masyarakat Indonesia yang terdampak sekiranya hasil studi awal Potensi Tsunami di Jawa Bagian Barat, yang seharusnya hanya untuk konsumsi akademis ini, telah membuat keresahan masyarakat. (bag/van)

  Sejarah Maulid dan Nabi Muhammad  Sejarah Maulid Nabi merupakan perjalanan penting dalam kehidupan Rasulullah dan juga agama Islam.  ...